Ilustrasi. Parade ondel-ondel memeriahkan acara Explore Ondel-Ondel di Pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (23/6/2018). Acara ini digelar dalam rangkaian HUT ke-491 Jakarta.(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Banyak yang tahu bahwa ondel-ondel hanyalah boneka berukuran besar yang dirangkai dari bambu dan kain. Dibalik semua itu, ternyata boneka budaya khas Betawi ini memiliki sederet fakta dan filosofi yang menarik.
Berdasarkan wawancara dengan pengamat dan pemerhati budaya Betawi, Ahmad Suaip, kami berhasil mengumpulkan tiga fakta menarik seputar ondel-ondel. Apa saja kira-kira? Yuk, baca selengkapnya di sini.
1. Mata ondel-ondel yang sebenarnya terletak di dalam hati
Menurut Suaip, hanya sedikit orang yang tahu di mana letak mata ondel-ondel yang sebenarnya. Bahkan mereka yang berprofesi sebagai 'pengamen' ondel-ondel sekalipun.
"Ente tahu gak dimana mata ondel-ondel?" ujar Suaip.
“Nih ane kasih tahu, mata yang sebenarnya tuh bukan di sini (menunjuk kedua matanya). Mata ondel-ondel itu ada di sini (menunjuk dadanya), itu kan tempat orang yang di dalam ondel-ondel ngeliat keluar,” kata pria tersebut yang akrab disapa Davi Kemayoran.
"Maksudnya apa? Kite itu harus melihat orang dari hatinye, bukan sekadar dari wajahnya, begitu," lanjut Davi sambil tertawa.
2. Rambut ondel-ondel terbuat dari serabut kelapa
Selain dari mata, ada filosofi yang terkandung pada rambut ondel-ondel.
"Ente tahu gak rambut ondel-ondel terbuat dari apa" tanya pria berusia 43 tahun itu.
Davi juga menjelaskan bahwa rambut ondel-ondel terbuat dari serabut kelapa. Menurutnya, kelapa merupakan tumbuhan yang seluruh bagiannya memiliki manfaat.
“Kite itu jadi orang harus bermanfaat bagi sesama,” kata Davi.
3. Pemain ondel-ondel harus mengunjungi makam keramat sebelum tampil
Seiring berjalannya waktu, tampaknya ada tradisi ondel-ondel yang mulai ditinggalkan, yaitu tradisi mengunjungi makam kramat pemain ondel-ondel sebelum tampil.
Dulu, kata Davi, sebelum 'pengamen' ondel-ondel muncul di sebuah acara, mereka terlebih dahulu membawa makanan dan menyajikannya ke makam yang dianggap sakral oleh nenek moyang mereka. Setelah itu, mereka memiliki kekuatan untuk menandak selama berjam-jam.
“Setelah ritual, wah itu udeh bukan orang lagi. Kalau di Kemayoran ada satu tuh di daerah Sumur Batu, namanya makam Kumpi. Mereka bise nandak berjam-jam, dulu itu kan kepala ondel-ondel terbuat dari kayu, jadinye berat. Sekarang udeh gak ada orang yang bisa berjam-jam, di dalemnya itu kan panas, malahan ade yang pingsan pas nandak,” ujarnya.
“Sekarang mungkin orang udah gak percaya lagi, banyak yang udah anggap itu animisme ye,” pungkas Devi.
Situs Poker Online | Agen Poker Online | Bandar Judi Poker Online | Juragan Kiu

0 comments:
Post a Comment