300x250 AD TOP

Powered by Blogger.

Category

Followers

Search This Blog

Category

Category

Top Game

We Are That Good Gamblers, Juragan Kiu (That's Us)

Tuesday, April 13, 2021

Tagged under:

kelompok hak-hak sipil Muslim menggugat Facebook

 

Juragan Kiu - Sebuah kelompok hak-hak sipil Muslim menggugat Facebook dan para eksekutifnya, menuduh CEO Mark Zuckerberg membuat pernyataan "palsu dan menipu" di depan kongres, ketika dia mengatakan perusahaan itu telah menghapus perkataan yang mendorong kebencian dan materi lain yang melanggar aturan.


Gugatan yang diajukan oleh Muslim Advocates di Washington, DC, Amerika Serikat (AS) ke Pengadilan Tinggi, mengklaim Zuckerberg dan eksekutif senior lainnya terlibat dalam kampanye terkoordinasi untuk meyakinkan publik, perwakilan terpilih, pejabat federal dan pemimpin nirlaba di ibu kota negara, bahwa Facebook adalah produk yang aman.


Gugatan tersebut mengklaim Facebook berulang kali diperingatkan tentang ujaran kebencian dan seruan untuk melakukan kekerasan di platformnya. Perusahaan juga dituduh tidak melakukan apa-apa atau tindakannya dalam melawan ujaran kebencian dinilai sangat sedikit.


"(Facebook) membuat pernyataan palsu dan menipu tentang penghapusan konten yang mengandung kebencian dan melanggar undang-undang perlindungan konsumen District of Columbia dan larangan penipuan," kata gugatan tersebut, seperti dilansir New York Post, Senin (12/4/2021).


"Setiap hari, orang dibombardir dengan konten jahat yang melanggar kebijakan Facebook tentang ujaran kebencian, penindasan, pelecehan, organisasi jahat, dan kekerasan. Serangan kebencian dan anti-Muslim sangat meluas di Facebook," klaim Muslim Advokat.


Pernyataan Facebook

Facebook dengan tegas mengatakan tidak mengizinkan ujaran kebencian di platformnya dan terus bekerja dengan para ahli, nirlaba, dan pemangku kepentingan untuk membantu memastikan Facebook adalah tempat yang aman bagi semua orang.


Perusahaan menambahkan bahwa mereka juga telah berinvestasi dalam teknologi kecerdasan buatan untuk menghapus perkataan yang mendorong kebencian dan secara proaktif mendeteksi 97 persen dari apa yang dihapusnya.


Di sisi lain, Facebook menolak berkomentar di luar pernyataan tersebut, dan tidak menjawab tuduhan yang dibuat oleh Muslim Advocates.


Salah satunya terkait isi gugatan yang mengutip penelitian profesor Megan Squire dari Elon University yang mempublikasikan penelitian tentang kelompok anti-Muslim di Facebook.

Situs Poker Online | Agen Poker Online | Bandar Judi Poker Online | Juragan Kiu



0 comments:

Post a Comment