300x250 AD TOP

Powered by Blogger.

Category

Followers

Search This Blog

Category

Category

Top Game

We Are That Good Gamblers, Juragan Kiu (That's Us)

Wednesday, June 16, 2021

Tagged under:

Menkes Malaysia Laporkan 82.341 Bayi dan Anak-Anak Terpapat COVID-19


Ilustrasi, sumber foto: AP/Vincent Thian

Juragan Kiu - Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan, hingga Senin (31/5/2021), sebanyak 82.341 bayi dan anak dinyatakan positif COVID-19.

Lebih lanjut, Menteri Kesehatan Adham Baba merinci angka-angka tersebut sebagai berikut:

  • 19.851 kasus adalah anak-anak di bawah usia 4 tahun.
  • 8.237 kasus adalah anak usia 5-6 tahun.
  • 26.851 kasus adalah anak usia 7-12 tahun.
  • 27.402 kasus adalah anak usia 13-17 tahun.

"Tidak ada seorangpun yang dirawat di unit perawatan intensif," kata Adham, dikutip Channel News Asia, Selasa (1/6/2021).

Himbau orang tua untuk merawat anak-anak mereka dengan lebih baik

Untuk mencegah lebih banyak anak terpapar corona, Adham mengimbau kepada orang tua atau wali untuk lebih bertanggung jawab dalam melindungi anak dari infeksi, seperti mematuhi protokol kesehatan dan menghindari keramaian.

Ia menambahkan, meski tidak ada ketentuan yang mengatur tentang denda bagi orang tua yang membawa anaknya ke tempat keramaian, namun aparat penegak hukum bisa menindaklanjuti hal tersebut jika wali tidak awas dengan protokol kesehatan.




Malaysia berlakukan lockdown nasional

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengumumkan bahwa Malaysia akan melakukan penguncian atau lockdown mulai 1 Juni hingga 14 Juni 2021, karena meningkatnya jumlah kasus COVID-19. Menurut Muhyiddin, jika tidak dilakukan tindakan karantina wilayah, situasi pandemi di negeri jiran itu akan semakin parah.

“Tindakan ini diambil setelah menunjukkan tren peningkatan kasus COVID-19, peningkatan yang sangat tajam dengan masing-masing kasus kematian yang tinggi. Jika tindakan drastis tidak segera dilakukan, dikhawatirkan sistem kesehatan di negara kita akan runtuh dan kita akan menghadapi bencana yang lebih besar," kata Muhyiddin dalam pernyataannya.

Malaysia pada Senin melaporkan 6.824 kasus baru COVID-19, sehingga total nasional menjadi 572.357. Ada juga 67 kematian. Otoritas kesehatan juga mencatat tambahan 851 pasien dirawat secara intensif, dengan 422 di antaranya membutuhkan bantuan pernapasan.

Pemerintah menjamin kebutuhan masyarakat

Kemudian, Muhyiddin juga mengingatkan bahwa karantina wilayah yang akan dilakukan Malaysia bisa berdampak besar bagi perekonomian nasional dan kehidupan masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa anggaran pemerintah saat ini terbatas.

Namun, atas dasar kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat, Muhyiddin mengatakan pemerintah akan bekerja keras untuk menjamin keseimbangan kehidupan dan penghidupan.

“Memastikan kesejahteraan masyarakat, termasuk kesempatan bagi saudara untuk mencari nafkah untuk orang yang mereka cintai selama periode tersebut,” jelas Muhyiddin.



0 comments:

Post a Comment