300x250 AD TOP

Powered by Blogger.

Category

Followers

Search This Blog

Category

Category

Top Game

We Are That Good Gamblers, Juragan Kiu (That's Us)

Monday, August 23, 2021

Tagged under:

Markas Polisi Kamreun Diserang Separatis, 10 Tentara Tewas

 

Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


Juragan Kiu - Sebuah serangan separatis di markas polisi terjadi di barat daya Kamerun. Peristiwa berdarah ini bahkan telah mengakibatkan setidaknya beberapa personel militer Kamerun tewas.


Sejak pertengahan Mei, militer Kamerun telah melakukan operasi militer yang disebut Bui Clean yang bertujuan untuk menangkap kelompok separatis atau pemberontak di selatan negara itu.


Menyebabkan 10 tentara Kamerun tewas

https://twitter.com/kellymnyc/status/1409125462287257603


Pada Sabtu (26/06/2021) terjadi serangan di Kamerun Barat Daya dengan sasaran pos polisi. Serangan kali ini disebabkan oleh kelompok separatis Ambazonian yang telah memulai pemberontakan sejak September 2017 di Barat Laut dan Barat Daya.


Akibat insiden ini, sedikitnya sepuluh personel militer Kamerun tewas. Bahkan serangan ini terjadi tak lama setelah pasukan baru saja selesai melakukan operasi Bui Clean, dilansir Africa News.


Dimulainya Operasi Bui Clean di Kamerun


Dikutip dari AllAfrica, peristiwa ini terjadi dalam Operasi Bui Clean yang dilakukan oleh militer Kamerun sejak 15 Mei dan bertujuan untuk membersihkan wilayah yang sebelumnya dikuasai kelompok separatis. Dalam operasi militer ini ditemukan sejumlah amunisi, sepeda motor, dan berbagai perlengkapan lainnya untuk membuat bom.


Operasi Bui Clean berada di bawah kendali Daerah Militer ke-5 yang memiliki posko di Bamenda. Operasi tersebut telah mengerahkan 300 personel militer di wilayah Vekovi, Mbiame, Ibal-Oku dan sejumlah wilayah di Nwa. Sedangkan operasi ini dikatakan berguna untuk normalisasi wilayah Bui, Kamerun.


Ada penolakan dari warga terkait Operasi Bui Clean

https://twitter.com/honore123/status/1407366774715301900


Militer sejauh ini menuduh penduduk setempat, termasuk warga, kelompok elit, pemuka agama, berkonspirasi dengan pemberontak, dengan menyebarkan ideologi separatis di daerah tersebut. Ini telah menjadi keluhan bagi militer yang mengalami kesulitan memerangi anggota separatis, lapor Majalah Kamerun.


Di sisi lain, warga Bamenda menuduh pemerintah Kamerun melakukan operasi militer sebagai upaya terakhir. Pasalnya, serangan militer memaksa warga setempat mengungsi ke daerah pegunungan agar lebih aman.


Menurut warga Bamenda, mereka juga mengatakan harus ada penyelesaian lain, selain operasi militer. Bahkan perang antara pemberontak dan militer Kamerun menyebabkan banyak kasus penculikan, kekerasan, pemerasan, dan pembunuhan, dikutip dari laman Africa News.

0 comments:

Post a Comment