300x250 AD TOP

Powered by Blogger.

Category

Followers

Search This Blog

Category

Category

Top Game

We Are That Good Gamblers, Juragan Kiu (That's Us)

Wednesday, August 25, 2021

Tagged under:

Menhan Prabowo Tandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Prancis

 

Juragan Kiu - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Mengan Perancis, Florence Parly, menandatangani persetujuan kerja sama pertahanan atau Defence Cooperation Agreement (DCA) melalui sebuah pertemuan bilateral di Hotel de Brienne, Paris, Perancis, Senin (28/6/2021).(Dokumentasi KBRI Paris)


Pada Senin, 28 Juni 2021, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menandatangani perjanjian kerja sama dengan Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly. Kesepakatan kedua Menhan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Prabowo ke Prancis pada Januari 2020.


Dokumen Defense Cooperation Agreement (DCA) ditandatangani kedua menteri pertahanan setelah melalui negosiasi panjang di tengah pandemi COVID-19. “Kedua Menhan menyepakati teks perjanjian kerja sama yang tidak saja menjadi payung kerja sama pertahanan tetapi juga memperkokoh kemitraan strategis kedua negara, yang ditanda tangani pada tahun 2011 lalu,” bunyi keterangan tertulis Kementerian Pertahanan pada hari Selasa, 29 Juni 2021.


Prabowo mengatakan kepada rekannya bahwa kerja sama di berbagai bidang akan menguntungkan kedua negara. Dalam dokumen tersebut, Indonesia dan Prancis tidak hanya fokus pada pendidikan dan pelatihan militer. Namun, juga mencakup kerjasama terkait bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana seperti pandemi COVID-19 yang belum juga mereda.


“Sebelumnya DCA hanya memuat kerja sama di bidang yang menjadi fokus antara lain ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang industri pertahanan, kerja sama pasukan pemeliharaan perdamaian, pemberantasan terorisme, serta pengembangan dan penelitian industri pertahanan termasuk produksi bersama,” kata Dubes RI di Prancis, Arrmanatha Nasir, melalui keterangan tertulis, Selasa lalu.


Ia juga menjelaskan bahwa dengan adanya DCA, kedua negara memiliki peluang untuk memaksimalkan potensi dan keunggulan yang dimiliki masing-masing, seperti pengembangan kerja sama keamanan siber dan alutsista. Akankah kesepakatan ini menjadi dasar bagi Indonesia untuk membeli alutsista dari Perancis?


Kesepakatan di bidang pertahanan diharapkan dapat meningkatkan komunikasi kedua negara


Menteri Pertahanan Prabowo berharap penandatanganan DCA dapat meningkatkan interaksi kedua negara di bidang pertahanan yang merupakan salah satu sektor utama kerjasama dalam perjanjian kemitraan strategis kedua negara.


“Saya mengharapkan DCA akan dapat meningkatkan komunikasi dan kerja sama tidak saja antara Kementerian Pertahanan, tetapi juga antara angkatan bersenjata kedua negara,” kata Prabowo dalam keterangan tertulis.


Ia secara khusus mengharapkan kerja sama yang erat di Angkatan Udara dan Angkatan Darat kedua negara, terutama di bidang pelatihan dan pendidikan. Kedua Menhan juga melihat banyak peluang kerja sama yang dapat segera dilakukan untuk berkontribusi di kawasan, khususnya dalam mendukung implementasi ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) dan French Strategy in the Indo-Pacific.


Pernyataan tertulis tersebut tidak menyebutkan bahwa DCA akan menjadi payung hukum pembelian sejumlah alutsista dari Perancis. Selama ini yang didengungkan Kemhan adalah membeli jet tempur Rafale dan kapal selam Scorpene.


Ditulis oleh media Prancis bahwa Menteri Pertahanan Prabowo tertarik membeli jet tempur dan kapal selam


Sebelumnya, pada 2020, media Prancis ramai memberitakan rencana Prabowo membeli jet tempur Rafale dan kapal selam Scorpene. Prabowo disebut-sebut tertarik membeli 48 pesawat Rafale dan empat kapal selam dari pemerintah Prancis.


Produsen Rafale, Dassault Aviation, juga dikabarkan telah bertemu dengan sejumlah pejabat di Kementerian Pertahanan pada Februari 2021. Rencana pembelian alutsista sempat membuat pengamat pertahanan dan keamanan dari Unhan, Connie Bakrie terkejut. Pasalnya, menurut sejumlah sumber yang merupakan petinggi TNI, TNI AU tidak pernah menyatakan ingin membeli jet tempur Rafale.


"Justru mereka menginginkan pemerintah supaya membeli pesawat tempur F-16 generasi terbaru," kata Connie saat dihubungi akhir Juni lalu.


 Spesifikasi Jet Tempur Rafale canggih yang diincar Prabowo


Pesawat Dassault Rafale telah digunakan oleh sejumlah negara mulai dari Perancis dan India. Pesawat ini juga telah terlibat dalam sejumlah misi tempur. Ada empat aspek yang menjadi keunggulan petarung ini.


Pertama, pesawat ini tergolong pesawat tempur multiguna. Rafale memiliki kemampuan, dengan sistem yang sama, untuk melakukan misi yang berbeda.


Kedua, interoperabilitas atau kemampuan untuk bertarung dalam koalisi dengan sekutu, menggunakan prosedur umum dan kesepakatan standar, serta berkolaborasi dan berkomunikasi secara real-time dengan sistem lain.


Ketiga, fleksibilitas, yang dapat digambarkan dengan kemampuan melakukan beberapa misi berbeda dalam satu sortie yang sama. Dengan kemampuan ini, pilot dapat langsung beralih dari misi tempur ke misi pencegahan. Rafale dapat menunjukkan kekuatan di ketinggian rendah dengan kecepatan tinggi. Bahkan, dia juga bisa membatalkan misi di detik-detik terakhir.


Keempat, survivability, yaitu kemampuan bertahan di lingkungan ancaman yang padat berkat kemampuan stealth atau sistem peperangan elektronik yang canggih.

0 comments:

Post a Comment