300x250 AD TOP

Powered by Blogger.

Category

Followers

Search This Blog

Category

Category

Top Game

We Are That Good Gamblers, Juragan Kiu (That's Us)

Saturday, April 10, 2021

Tagged under:

5 Resiko Ini Bakal Dialami Orang yang Sok Mewah, Padahal Gaji Mepet

 

Ilustrasi, sumber foto: Pixabay


Juragan Kiu - Gaya hidup masyarakat sangat dipengaruhi oleh perubahan zaman. Dengan keberadaan media sosial seperti sekarang ini, banyak orang yang suka pamer kekayaan untuk menunjukkan bahwa mereka kaya raya.


Tak pelak, bagi sebagian orang bisa muncul keinginan seperti mereka. Jika faktanya memang kaya, tidak apa-apa. Masalahnya, saat keinginan untuk gaya hidup mewah tidak sesuai dengan gaji yang ada. Jika kamu terus memaksakan, maka berikut ini bisa jadi hasilnya.


1. Terlibat hutang


Solusi yang sering diambil bagi mereka yang ingin tampil gaya dengan cara mewah namun gajinya masih sedikit adalah dengan mencicil. Mulai dari handphone, pakaian, hingga jalan-jalan ke luar negeri dibayar dengan kredit.


Hal ini membuat hutang menumpuk, dan gaji hanya berlalu, karena mereka sudah habis untuk membayar cicilan bulanan.


2. Stres batin


Meski orang lain akan menilai bahwa dirinya senang dengan berbagai kemewahan yang dilihat melalui media sosial, namun hati nurani tidak bisa dibodohi. Senyuman manis di bibir hasil foto di tempat wisata bergengsi, hanyalah kamuflase.


Dalam hatinya, dia tidak merasakan kebahagiaan sejati hidup di bawah topeng. Dari luar memang terlihat memadai, tetapi isi ATM mengatakan sesuatu yang lain. Gaji sebenarnya sudah besar, tidak mampu untuk gaya hidup selangit.


3. Tidak ada tabungan


Akibat gaya hidup boros, gaji hanya dihabiskan untuk membayar angsuran barang konsumtif. Tidak ada yang tersisa untuk investasi, bahkan untuk tabungan, yang sangat penting sebagai dana cadangan jika terjadi sesuatu.


Akibatnya, meski gajinya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kondisi keuangannya sangat rentan. Jika suatu perusahaan tiba-tiba bangkrut atau di-PHK, maka akan langsung bangkrut.


4. Memicu sikap sombong


Karena gaya hidupnya yang mewah lahir dari keinginan untuk diakui dan didorong oleh gengsi, itu membuatnya menjadi posisi yang sangat 'gila'. Orang yang dianggap tidak cocok dengan level mereka akan dianggap angin lalu saja. Manisnya hanya untuk mereka yang berada.


5. Menodai nama baik diri sendiri dan keluarga


Risiko lain yang dapat terjadi dengan hidup berpura-pura kaya adalah bahwa terkadang kamu akan ketahuan juga. Saat itulah dia akan malu karena ternyata gaya hidupnya yang mewah hanyalah tipuan belaka. Awalnya, keadaan ekonomi pontang-panting akibat lebih besar pasak daripada tiang.


Yang lebih parah, jika keluarga juga ikut malu. Tetangga mengetahui bahwa anak mereka berhutang karena debt collector selalu mengunjunginya.


Sangat manusiawi jika kamu ingin hidup nyaman seperti orang yang berkelimpahan. Hal yang perlu diingat, jangan dipaksakan.


Berusahalah bersabar sambil terus berusaha bekerja keras dan cerdas. Jika konsisten, maka impian untuk bisa hidup mewah akan tercapai. Orang tua akan senang melihat anaknya sukses. Tentu ini yang kita dambakan, bukan?

Situs Poker Online | Agen Poker Online | Bandar Judi Poker Online | Juragan Kiu

0 comments:

Post a Comment