300x250 AD TOP

Powered by Blogger.

Category

Followers

Search This Blog

Category

Category

Top Game

We Are That Good Gamblers, Juragan Kiu (That's Us)

Tuesday, July 6, 2021

Tagged under:

Serangan Ransomware Akan Ditangani Seperti Aksi Terorisme


Sumber : Getty Images/Andrey Popov

Juragan Kiu - Serangan ransomware semakin sering terjadi di Amerika Serikat dan seringkali berdampak sangat luas. Karena itulah Kementerian Hukum AS saat ini akan menangani serangan ransomware seperti sebuah aksi terorisme.

Dilansir Reuters, pada Sabtu 5 Juni 2021, seorang sumber resmi dari Kementerian Hukum AS mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan prioritas penanganan serangan ransomware seperti sebuah aksi terorisme.

Langkah tersebut diambil setelah sebelumnya terjadi beberapa serangan ransomware yang berdampak luas. Seperti serangan terhadap perusahaan Colonial Pipeline, yang jaringan pipanya menjadi salah satu tulang punggung distribusi bahan bakar minyak di AS.

Instruksi dari Kementerian Hukum AS itu sudah dikirimkan ke seluruh kantor penegak hukum di AS. Dalam instruksi tersebut disebutkan jika semua informasi terkait investigasi ransomware harus dikoordinasikan secara sentral dari Washington DC.

"Ini merupakan proses khusus untuk memastikan kami bisa bisa memantau semua kasus ransomware di mana pun terjadinya kasus tersebut, agar bisa menghubungkan antara pelaku dan kemudian bisa menyelidiki jaringannya," ujar John Carlin selaku principle associate deputy attorney general di Kementerian Hukum AS.

Seperti diberitakan sebelumnya, perusahaan asal Amerika Serikat bernama Colonial Pipeline terpaksa menghentikan operasional perusahaannya setelah menjadi korban dari ransomware.

Colonial Pipeline merupakan operator pipa minyak terbesar di Amerika Serikat, yang bertanggung jawab atas setengah dari pasokan bahan bakar minyak untuk kawasan East Coast, dan serangan ransomware ini disebut sebagai serangan digital yang paling mengganggu sepanjang sejarah.

Pasalnya jika penghentian operasi ini berlangsung terlalu lama maka akan mengganggu pasokan bahan bakar di banyak negara bagian di AS, yang akan berdampak pada meningkatnya harga bahan bakar minyak di kawasan tersebut.

Colonial Pipeline setiap harinya mengirimkan sebanyak 2,5 juta barel bensin dan bermacam bahan bakar minyak lain lewat pipanya yang membentang sepanjang 8.850 km dari Gulf Coast ke bagian timur dan selatan AS. Mereka juga menjadi penyuplai bahan bakar minyak untuk beberapa bandara besar di AS, termasuk Hartsfield Jackson Airport di Atlanta, bandara tersibuk di dunia.

Pihak yang ada di balik serangan tersebut kabarnya merupakan sindikat bernama 'DarkSide', yang dikenal dengan bermacam serangan ransomware-nya. Colonial Pipeline pun sudah meminta bantuan pemerintah AS dan perusahaan keamanan siber seperti FireEye untuk menyelesaikan masalah tersebut.

0 comments:

Post a Comment